separate
logo

Mar 25, 2009

meidy

BATU GIOK HO !

jade-cincin.jpg-733345

Bian Ho adalah orang yang berasal dari negara Chu, dia menemukan sebuah batu
giok besar di pegunungan negara Chu, lalu dia mempersembahkan batu giok ini
kepada raja Chu Liwang.

Setelah diperiksa oleh ahli batu dinyatakan bahwa batu itu adalah batu biasa,
Chu Liwang merasa Bian Ho telah menipunya, lalu dia memotong kaki kanan Bian Ho.

Raja Chu Liwang kemudian wafat, setelah itu raja Wu naik tahta, Bian Ho sekali
lagi mempersembahkan batu giok ini kepada raja Wu, batu giok tersebut juga
dinyatakan sebagai batu biasa, Bian Ho sekali lagi dipotong kaki kirinya oleh
raja Wu.

Ketika Raja Wen naik tahta, Bian Ho membawa batu giok tersebut ke atas gunung
sambil memeluk batu tersebut dia menangis 3 hari 3 malam, sampai mengeluarkan
air mata darah, Raja Wen setelah mengetahui hal tersebut, memerintahkan ahli
batu giok membelah batu tersebut, ternyata didalam batu tersebut terdapat batu
permata yang sangat berharga, Raja Wen menyuruh ahli batu mengosok batu tersebut
sehingga menjadi batu giok yang cantik, lalu diberi nama "Batu Giok Ho".

Akhirnya batu giok Ho ini jatuh ke tangan Raja Zhouhui Wen, Raja Qin Zhouxiang
setelah mengetahui hal tersebut, mengirim utusan menyampaikan surat kepada Raja
Zhouhui Wen, menyatakan maksudnya ingin menukarkan 15 kota dengan batu giok Ho.
Karena 15 kota tersebut saling berhubungan, akhirnya ke 15 kota tersebut diberi
nama "tak ternilai" maksud dari nama kota tersebut adalah untuk menggambarkan
kota tersebut ditukar dari barang yang sangat berharga

meidy

SHAO YONG: MANUSIA AJAIB SEPANJANG MASA

 

Shao Yong (baca: shau yung, 1011 – 1077) ahli filsafat dan ahli Yi Jing (disebut
juga I Ching, ilmu peramalan Tiongkok kuno), dihormati orang dengan julukan
"Raja Suci Luar Dalam". Sejak remaja Shao sudah memiliki cita-cita tinggi dan
sangat cerdas.


Ia belajar dan mengasingkan diri di daerah lebih tinggi dari Kota Baiyuan,
tempat kelahirannya, di Gunung Shumen. Beberapa kali diundang ditawari jabatan
oleh dua kaisar Dinasti Song namun selalu ditolak dengan halus. Pada usia 38
tahun, ia pindah ke Kota Luoyang, sering berwisata dengan teman karibnya Sima
Guang dan lainnya.


Berdasarkan teori otentik yang dibentuk Bagua (delapan diagram atau simbol yang
merupakan dasar sistem kosmogoni dan falsafat Tiongkok kuno) dari dalam kitab Yi
Jing, ditambah lagi dengan pemikiran Taoisme, Shao telah menciptakan sistem
keilmuan dan konsep alam semestanya sendiri, generasi berikut menyebutnya
sebagai "Ilmu Bawaan". Teknik meramalnya sangat tepat, banyak buku telah ditulis
antara lain Guan Wu Pian (Artikel Tentang Pengamatan Materi), Xian Tian Tu (Peta
Apriori), dan lain-lain.


Menurut legenda, Shao Yong ketika usia 7 tahun dan bermain di halaman rumah, ia
menemukan di dalam sarang semut terdapat langit, matahari dan awan. Setelah
dewasa dan pada suatu tengah malam ketika mengembara, ia berkuda mendaki gunung
di Kota Jinzhou, kaki depan kuda terpeleset dan ia terjatuh ke dalam jurang.
Para pengawal menuruni jurang itu dan menemukan Shao Yong sedikit pun tidak
terluka, hanya topinya terkoyak rusak.
Pada masa remaja, Shao Yong antara lain

berkelana ke negara otonom Qi, Lu, Song,
Zheng dan lain-lain, benar-benar telah melaksanakan "Berkelana ribuan kilometer,
belajar ribuan buku". Setelah pulang, ia dengan penuh rasa sentimentil berkata:
"Tao (aliran spiritual Tiongkok kuno yang mengajarkan ilmu sejati) benar-benar
eksis." Ia kemudian tidak berkelana lagi.


Ketika itu seorang sakti bernama Li Tingzhi terkesan oleh Shao yang tekun rajin
belajar, maka diajarkannya rahasia-rahasia ilmu Yi Jing. Dengan kepandaiannya
Shao dapat memahami ilmu tersebut secara keseluruhan dan mendapatkan kesadaran
ajaib, pada akhirnya menjadi guru besar ilmu Yi Jing yang tersohor sepanjang
masa. Shao telah menciptakan sendiri seperangkat konsepsi alam semesta yang unik
dan menguasai penuh hukum Yin-Yang (positif-negatif).


Pada suatu hari di musim semi, Shao Yong menggelar stan peramalan di atas
jembatan Sungai Luo. Menjelang siang hari, seorang petani tua datang menanyakan
nasibnya. Shao menyuruh petani itu memilih sebuah aksara dan ternyata terpilih
sebuah aksara "Kuai, Sumpit". Shao lalu berkata: "Selamat, Anda nanti siang akan
mendapat berkah makanan, cepatlah pulang." Sesampai di rumah, seorang keponakan
petani tersebut mengatakan: "Saya sudah menunggu 2 jam lebih, hari ini ulang
tahun ke-60 ayah saya, ia mengundang Anda makan siang."


Lewat siang hari, Shao sedang berkemas menutup stan, dari kendaraan di selatan
melompat turun seseorang yang kemudian mengatakan: "Tuan harap tunggu sebentar,
sudah lama saya dengar Anda pandai meramal, tolong Anda ramalkan nasib saya
bagaimana." Shao menyuruhnya mengambil satu dari sejumlah gulungan kertas,
setelah dibuka juga sebuah aksara "sumpit", Shao mengatakan kepadanya: "Dilihat
dari aksara sumpit ini, adalah pertanda buruk, hari ini Anda akan terguyur air.
Orang tersebut menatap langit yang terang benderang, maka sama sekali tidak
memedulikannya.


Dengan cepat ia pulang. Sampai di depan rumah, sekujur tubuhnya tepat terguyur
oleh seember air kotor. Ternyata istrinya tidak mengetahui kepulangannya, dan
dengan seenaknya membuang air bekas cucian wajan, sehingga suaminya yang
bergegas pulang sekujur tubuhnya basah kuyup.


Sore harinya, Shao baru sampai di sebuah jembatan, seseorang telah menunggu di
sana dan ingin mengetahui nasibnya hari itu. Shao juga memintanya mengambil
sebuah gulungan kertas, setelah dibuka tetap saja muncul aksara "sumpit", lalu
ia berkata: "Hari ini Anda akan menjumpai petaka di penjara." Orang itu
berpikir, nanti saya tidak keluar rumah, mana mungkin malapetaka datang?
Sampai di rumah, ia langsung tidur di bawah selimut. Tak terduga, ia terbangun
dari tidur nyenyaknya gara-gara sumpah serapah seorang perempuan, ternyata babi
peliharaannya telah mengacak-acak kebun sayur perempuan itu.

Ia naik pitam dan langsung saja meninju tewas perempuan itu yang sebelumnya
memang sudah menderita. Tak sampai 2 jam, petugas pengadilan datang meringkusnya
dan menjebloskannya ke dalam penjara.


Musim Panas 1077, Shao Yong mulai merasakan tubuhnya agak tidak sehat, ia dengan
tersenyum memberitahu Sima Guang dan teman-teman lainnya: "Saya akan pergi
bereinkarnasi dan mengamat-amati segenap makhluk." Chengyi dengan rasa khawatir
mengatakan: "Penyakit Anda orang lain ingin membantu pun tak berdaya, Anda
sendiri sebaiknya berusaha memperbaikinya."


Shao dengan terus terang mengatakan: "Upaya pemeliharaan ini juga akan sia-sia."
Suatu hari di musim dingin, Shao sudah dalam keadaan sekarat. Sebelum meninggal,
putranya bernama Bowen dipanggil dan diberitahu: "Saya ada 3 permintaan, kamu
harus memenuhinya. Pertama, setelah meninggal makamkanlah di pemakaman leluhur
kita di Yichuan, jangan di Luoyang.


Kedua, tulisan pada batu nisan harus ditulis oleh Paman Cheng Hao dan Cheng Bo.
Ketiga, benda apapun jangan dimasukkan ke dalam peti, gagang timba (zaman
dahulu) sebagai bantalan kepala saya, jenazah mengenakan baju hitam kain kasar
dan baju tersebut diolesi minyak. Ketika dimasukkan ke dalam peti, panggikan
putri kecil botak dari marga Li untuk menyaksikan." Setelah itu Shao meninggal
dunia.


Keluarga Shao menuruti semua permintaannya, putri kecil botak dari marga Li
menyaksikan benda apa saja berada di dalam peti, kemudian baru dikebumikan di
pemakaman Yichuan. Peti jenazah diangkat oleh 8 pemuda, awalnya mereka merasa
sangat berat sehingga pundak mereka kesakitan, namun setelah lewat 5 kilometer
kian terasa ringan. Para orang tua mengatakan, Tuan Shao telah moksha.


Sekejap 65 tahun telah berlalu, si putri kecil botak bermarga Li telah menikah,
mempunyai seorang anak lelaki kemudian cucu. Setelah cucu lelaki tersebut dewasa
menjadi maling kubur. Suatu hari, putri botak bermarga Li mendengar cucunya akan
mencuri makam Shao Yong, maka dia mengatakan: "Kalian jangan sekali-kali pergi,
saya melihat sendiri dengan jelas makam Shao tidak ada benda apapun, bahkan
bajunya telah diolesi minyak."


Sehingga makam Shao Yong terhindar dari penjarahan.
Ternyata Shao sebelum meninggal telah mengetahui, cucu putri botak keluarga Li
kelak menjadi maling kubur. 10 puisi Syair Bunga Plum mahakarya Shao Yong dengan
sangat tepat meramalkan peristiwa besar yang akan terjadi hampir 1.000 tahun
sejarah Tiongkok setelah kematiannya.

Mar 14, 2009

meidy

Panggilan Kekerabatan Dalam Bahasa HAKKA

Panggilan Kekerabatan dalam bahasa hakka tidak terlalu jauh berbeda dengan bahasa hokkian atau teochew. Berikut panggilan kekerabatan dalam Bahasa Hakka.


1 [Lao Pe 老父], Pa Pa 爸爸, A Pa 阿爸, A Tia 阿爹 (Ayah)= Apa
2 [Lao Bu 老母], Ma Ma 媽媽, A Bu 阿母, A Nia 阿娘 (Ibu)= Ame
1&2 [Pe Bu 父母] (Orang tua)= Ja - Oi
3 [Tniu Lang 丈人] (Mertua Lelaki)= Asuk/Ngokfu Thainyin/Chongnyin lo
4 [Tniu M 丈姆] (Mertua Perempuan)= sukme/ngok mu thainyin/
5 Tua Hnia 大兄, A Hnia 阿兄, Tua Ko 大哥, Ko Ko 哥哥 (Abang)= Thaiko/Ako
6 Tua So 大嫂, A So 阿嫂 (Kakak Ipar)= Aso
7 Ci Hu 姐夫 (Kakak Ipar)= Ci Chong
8 Tua Ci 大姐, A Ci 阿姐, Ci Ci 姐姐 (Kakak Perempuan)= Thaice, Ace
9 Ci Hu 姐夫 (Kakak Ipar)= Ci Chong
10 A Ci 阿姐, Ci Ci 姐姐, Ji Ci 二姐 (Kakak Perempuan)= Ace, Nyi ce
11 Gua Ka Ki 我自己 (Saya)= Ngai Chika
12 Bou 某 (Istri)= Lo pho
19 Hao Sni 孝生 (Anak Lelaki), Tua Han Knia 大漢囝 (Anak Sulung)=Thailai, Laici
20 Sim Pu 新婦 (Menantu Perempuan)= Sinkhiu
21 Knia Sai 囝婿 (Menantu Lelaki)= Long
22 Ca Bou Knia 查某囝 (Anak Perempuan)=Moici
19&22 Gin Na 囝仔, Knia 囝/子 (Anak)=Senyin
 

1 [Ta Knua 大官/唐官] (Mertua Lelaki)= Kakon
2 [Ta Ke 大家/唐家] (Mertua Perempuan)= Ka nyiong
3 [Lao Pe 老父], Pa Pa 爸爸, A Pa 阿爸, A Tia 阿爹 (Ayah)= Apa
4 [Lao Bu 老母], Ma Ma 媽媽, A Bu 阿母, A Nia 阿娘 (Ibu)= Ame

3&4 [Pe Bu 父母] (Orang tua)= Ja-Oi
11 Ang 翁, Ang Sai 翁婿 (Suami)= Lo kung
12 Gua Ka Ki 我自己 (Saya)= Ngai chika
19 Hao Sni 孝生 (Anak Lelaki), Tua Han Knia 大漢囝 (Anak Sulung)= Laici
20 Sim Pu 新婦 (Menantu Perempuan)= Sinkhiu
21 Knia Sai 囝婿 (Menantu Lelaki)= Long/Along
22 Ca Bou Knia 查某囝 (Anak Perempuan)= Moici
19&22 Gin Na 囝仔, Knia 囝/子 (Anak)= Senyin
 

1L A Kong 阿公, An Kong 安公 (Kakek)= Kungkung , Akung
2P A Ma 阿媽, An Ma 安媽 (Nenek)= Phopho, Apho
3L Gua Kong 外公 (Kakek)= Cia kung
3P Gua Ma 外安 (Nenek)= Cia pho

5L A Peq 阿伯, Tua Peq 大伯 (Paman, Pakde)= Apak/Thaipak
6P A M 阿姆, Tua M 大姆 (Bibi, Bude)= Pakme
7L Ko Tniu 姑丈 (Paman, Pakde)= Kuchong
8P A Kou 阿姑, Tua Kou 大姑 (Bibi, Bude)= Aku/Thaiku,Kuku
9L Kou Tniu 姑丈 (Paman, Pakde)= Ku chong
10P A Kou 阿姑 (Bibi, Bude)= Aku
11L [Lao Pe 老父], Pa Pa 爸爸, A Pa 阿爸, A Tia 阿爹 (Ayah)= Apa
12P [Lao Bu 老母], Ma Ma 媽媽, A Bu 阿母, A Nia 阿娘 (Ibu)= Ame
13L A Ku 阿舅, Tua Ku 大舅 (Paman)= Khiukhiu, Akhiu, Thaikhiu
14P A Kim 阿妗, Tua Kim 大妗 (Bibi)= Khiume
15L Yi Tniu 姨丈 (Paman)= Ji chong
16P A Yi 阿姨, Yi Yi 姨姨 (Bibi)= Aji
17L A Ku 阿舅 (Paman)= Akhiu/khiu khiu
18P A Kim 阿妗 (Bibi)= Khiume

Feb 22, 2009

meidy

Kesamaan Bahasa Hakka Dengan Mandarin

Bahasa Hakka sebagai salah satu bahasa daerah suku Tionghoa, menyebar luas
hampir di seluruh belahan bumi yang dihuni oleh etnis Tionghoa.

Seperti Mandarin, bahasa Hakka memiliki beberapa intonasi. Dalam Mandarin
dikenal 5 intonasi berbeda yaitu:
1. Intonasi suara tinggi (high tone)
2. Intonasi suara naik (rising tone)
3. Intonasi suara turun (falling tone)
4. Perpaduan intonasi naik dan turun (falling rising tone)
5. Intonasi netral

Sama seperti Mandarin, dalam bahasa Hakka juga dikenal 5 intonasi berbeda. Namun
tidak semua kata memiliki 5 intonasi, ada kalanya satu kata hanya memiliki 3-4
intonasi berbeda.

Contoh:

Fung
Kata fung dalam bahasa Hakka bisa memiliki beberapa arti, yaitu:
Fung (nada 1): Burung Hong
Fung (nada 2): Angin
Fung (nada 3): Merah
Fung (nada 4): Mengasapi
Fung (nada 5 - netral): Lebah

Bahasa Hakka mengalami perkembangan sesuai dengan kebudayaan dan lingkungan
tempat bahasa itu diucapkan. Dengan kata lain, walaupun berakar sama, yaitu
bahasa Hakka, namun dalam beberapa pengucapannya, Hakka Kalimantan berbeda
dengan Hakka Sumatra. Bahkan yang paling mudah dilihat adalah perbedaan logat
Hakka Pontianak dan Hakka Singkawang yang masih merupakan dua daerah dalam satu
wilayah yang saling berbatasan di Kalimantan Barat. Hal mana Pontianak
menggunakan Hakka berlogat halus, dan Singkawang menggunakan Hakka berlogat
kasar / tinggi. Pengucapan, intonasi dan artinya pun sudah berbeda.

Contoh:

Fung dalam Hakka Pontianak berarti mengasapi (nada 4), dalam Hakka Singkawang
berarti angin.

Tanpa meremehkan logat atau intonasi Hakka Singkawang, intonasi standar Hakka
yang benar adalah bersumber pada Hakka Moi Yan (Mei Xian) di China Daratan. Hal
mana dikatakan, ada kata-kata dalam bahasa Hakka yang menyerupai nada, intonasi
dan pengucapan dalam bahasa Mandarin.

Contoh:

M (Mandarin), H (Hakka)

Hao (M) - Ho (H) = Baik
You (M) - Jiu (H) = Ada
Ai (M) - Oi (H) = Mau
Ge Ge (M) - Ko Ko = Kakak laki-laki
Ge (M) - Ko = Lagu
Dui (M) - Tui (H) = Betul
Hen Duo (M) - Cin To / An To (H) = Sangat banyak
Yi Dien (M) - Jit Tit (H) = Sedikit
Zhuo (M) - Cho (H) = Duduk
Xiao (M) - Siau / Se (H) = Kecil
Da (M) - Thai (H) = Besar
Ren (M) - Nyin (H) = Orang
Hung (M) - Fung (H) = Merah
Ya Zi (M) - Nga Chi (H) = Gigi

Itu baru sebagian kecil persamaan antara bahasa Hakka dengan Mandarin. Kalau ditelaah lebih lanjut lagi, masih banyak persamaan yang bisa dituliskan dari
kedua bahasa tersebut.

Nah, kalau begitu, apa belajar bahasa Hakka itu sulit bila kita menguasai
Mandarin? Sebaliknya, kalau kita menguasai bahasa Hakka, apakah belajar Mandarin
itu sulit?

Kamu sendiri yang lebih mengetahui jawabannya.

meidy

Belajar Bahasa Hakka (Bagian VIII – Hakka Love Song)

Sekarang kita belajar tentang lagu nih, Lebih tepatnya Hakka Love Song, karena para musisi Hakka khususnya di singkawang sangat terkenal dengan lagu-lagu cintanya, seperti Pitton, Julia Chang dll.
Ini lagu tentang seorang pemuda yang memperjuangkan cintanya. angsung aja deh!!!
Videonya :
Judul : Asuk Ajie / Om Tante
lyric :
tui em-tjhu asu' ka' aji...
sorry om dan tante..
ka' nyia moi-ci..ngai ja mo kong-ti..
sama anak gadis u (menjalin hubungan)..saya gak kasih tahu...
coi ki thu'-su..cheu ki hi khon hi..
boncengin dia ke sekolah...bawa dia nonton film..
hi mong nyi-tew...em-si kiang, em-he kau soi ki..
berharap kalian...gak usah takut, bukan mau ngerjain dia (cewenya)..
ngai ka' ki.. sam nyien ko liong nyit..
gw sama dia.. 3 tahun lewat 2 hari..
jit thiau sim..ngai ja sung pun ki..
satu hati (perasaan tulus)...gw kasih ke dia..
hi-mong asu'.. fun min nga-kai sim pien..
berharap om..mengerti isi hati gw (maksud gw)..
ngai oi ki..em-he bui liau ngia-kai tjhien..
gw mau sama dia (cewe)..bukan karena duit u (om)..
ngai tjhi-to asu' sit co heu-sang-ci..
gw rasa om pernah jadi anak muda..
asu' ja ti nyong-pen ham to ta-oi-tjhin..
om juga tahu apa yang disebut pacaran..
theu-pai asu' khao aji nyong-pen hin...
dulu om ngegebet/ngerayu tante gimana...
ngai tjhi-to asu' fun-min nga kai sim...
gw rasa om mengerti isi hati gw..
Anna.. kong ngia pa ti nyi cin sit an oi ngai..
Anna...bilangin bapak u, u bener2 cinta sama gw..
nyi cin sit an sia' ngai..
u bener2 sayang sama gw..
Anna.. kong ngia pa ti nyi cin sit an oi ngai..
Anna...bilangin bapak u, u bener2 cinta sama gw..
nga sim thang to cin sit an fon hi..
hati gw bener2 seneng mendengarnya..
ma'-ai ko?? ngai si hiau tjhong an-to hak-fa ko....http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif
lagu apa?? gw sih bisa nyanyi banyak lagu khek....http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif
ten-ha ngai jiu si-kien, ngai boi ho-li tep kia si..
tunggu nanti gw ada waktu, gw bisa ketik disini kata2nya...

Post selanjutnya Kesamaan bahasa hakka dengan Bahasa mandarin
logo
Copyright © 2008 by Arts of Meidy's.
Original Template by Clairvo